Ini Dia 6 Bisnis Yang Cocok Untuk Kamu Yang Berusia 20

Sehingga tak jarang mereka yang memiliki latar belakang keluarga pengusaha sudah memiliki usaha saat masih di jenjang SMP. Tidak sedikit anak muda yang memanfaatkan libur panjang menuju semester ganjil dengan mencoba berbisnis kecil-kecilan. Motivasi tersebut didorong karena keinginan untuk tetap produktif saat memiliki waktu luang yang cukup banyak.

Gagasan bahwa usaha bisnis baru yang paling sukses berasal dari kaum muda, bahkan yang sangat muda, kini tersebar luas. Orang yang lebih muda sering dianggap kurang terikat pada pemikiran saat ini dan mereka lebih inovatif dengan ide yang luar biasa. Tidak hanya di AS kecenderungan naiknya jumlah wirausahawan usia senja ditemukan. The Conversation mewartakan, pertumbuhan wirausahawan usia senja juga didapati di Australia. Berdasarkan riset dari Swinburne University of Technology dan Queensland University of Technology, 34% bisnis anyar di Australia diprakarsai oleh wirausahawan usia senja alias seniorpreneurs. Di samping itu, riset tersebut juga menemukan bahwa seniorpreneurs mengantongi pengalaman lebih banyak dalam industri.

Memulai bisnis pada usia muda

Jika kamu terbiasa mengatasi hal-hal tersebut, kamu bisa bertanggung jawab atas resiko yang terjadi sewaktu-waktu. Selain bisa menambah ilmu soal bisnis, juga bisa menjadi pintu untuk mengembangkan usaha ke depan. Dikutip dari Kompas, William ternyata adalah anak rantau yang lahir dan besar di Pematang Siantar, Sumatra Utara. Ia berasal dari keluarga sederhana yang tidak punya latar wirausaha atau bisnis.

Anda harus percaya di luar bayangan keraguan bahwa Anda memiliki kemampuan untuk mengenali dan keraguan ini. Menurutnya berinvestasi bukan hanya bersifat fisik saja tapi juga nonfisik. Karena itu ia menyarankan bagi generasi muda seusianya supaya berinvestasi ke diri sendiri dalam arti belajar untuk memperbaiki diri.

Bersama sang suami Ibnu Riyanto, Ia mendirikan Toko Grosir Batik Trusmi dengan luas mencapai 1,5 hektar dan menjadikannya sebagai toko batik terluas di Indonesia. Jadi tidak perlu menunggu cukup umur untuk membangun bisnis baru, jika dari sekarang Anda sebagai kaum muda bisa sukses dengan bisnis yang melejit. Mereka yang memulai bisnis karena ingin mencari pengalaman, jarang memikirkan untung yang didapatkan, besar atau kecil. Hal yang terpenting bagi mereka adalah pengalaman yang bisa menempa mereka menjadi pengusaha sukses. Secara berkala kamu akan menabung di financial institution dengan jumlah dana tertentu sesuai dengan goal keberangkatan. Namun di tengah jalan kamu punya kebutuhan darurat dan membutuhkan dana tambahan, kamu bisa sewaktu-waktu mengambil atau mencairkan tabungan kamu.

Generasi milenialdi Indonesia memang memiliki keinginan yang kuat untuk menjadi seorang pengusaha muda di kemudian hari. Hal ini tidak terlepas dari jiwa milenial yang memang ingin memberikan dampak yang besar dan berkontribusi terhadap masyarakat secara luas. Anak muda yang memiliki latar belakang keluarga pengusaha biasanya sudah dididik sejak kecil bagaimana cara mengelola uang, investasi, berdagang dan membaca peluang.

Fokus terhadap bisnis yang Anda kerjakan dapat membantu untuk membuat bisnis Anda lebih berkembang. Banyak pengusaha yang baru saja memulai bisnis sudah membuka dan membuat bisnis baru, ini justru akan membuat pecah fokus dalam membangun bisnisnya. Bukannya membuat bisnis menjadi lebih maju, justru akan membuatnya hancur karena tidak fokus dalam menjalankannya.

Dengan memulai bisnismu sejak dini dan menjalankannya saat masih mahasiswa, kamu bisa mendapatkan pengalaman di dunia nyata. Jadi tidak hanya terbatas pada materi dan konsep yang diajarkan di kelas. Kamu bisa menjadikan bisnismu sebagai sarana belajar untuk bertemu dengan banyak orang, belajar menghadapi pelanggan, belajar merancang ide, promosi, serta belajar membangun team work. Pengalaman-pengalaman tersebut akan membentukmu menjadi sosok yang kuat untuk menghadapi tantangan di masa depan. Jangan pikir Marta akan langsung menduduki posisi manajer atau direktur. Marta bekerja sebagai pegawai biasa yang bertugas membenahi barang dan berhadapan langsung dengan pembeli.